Persiapan kincir angin nya sudah selesai dia tinggal menunggu benda itu berfungsi tapi dia masih merasakan otot-otot lengan nya terbakar karna bekerja terlalu keras, Semuanya sudah di posisi. Mesin sudah terpasang dengan aman dan menaranya sudah stabil. Melihatnya sekarang mengingatkan ku akan sebuah benda yang pernah ku lihat di mimpi. Berita tentang mesin itu sudah tersebar luas para pedagang dan orang-orang sekitar rela meninggal kan kegiatan yang sedang mereka lakukan hanya untuk melihatnya. Ada yang mengejek ada juga yang menertawakan ku ini saat nya aku membuktikan kepada mereka, Mesing nya menyala orang-orang saling mendorong hanya untuk melihat cahaya. gelombang cahaya yang dihasilkan oleh kincir angin buatan ku dan bantuan dari orang sekitar ku yang percaya kepada ku.
Chapter 1
Sebelum aku menemukan keajaiban ilmu pengetahuan dunia ku dipenuhi oleh sihir. Sihir dan misteri nya membayangi hidup ku, Salah satu kenangan yang paling ku ingat adalah saat aku berusia enam tahun dan sedang bermain di jalan ketika sekelompok anak-anak pengembala menghampiriku dan menawar kan sejumlah permen karet. Aku diam terpaku daun-daun kering yang jatuh sudah tak bergerak lagi, Pengembala itu memberikan aku satu genggam penuh permen karet aku langsung menaruh semua nya ke mulut ku cairan manis warna-warni permen karet itu membasahi dagu dan bajuku, Keesokan harinya seorang pedagang yang menaiki sepeda berhenti untuk mengobrol dengan ayahku dia berkata kalau dia menjatuh kan sekarung permen karet. Beberapa pedagang lagi memberitahunya tentang anak-anak pengembala yang membagikan permen karet itu. Dia pun marah besar dan memberi ancaman kepada siapapun yang telah memakan permen karet nya "Aku telah menemui sing'anga dan siapapun yang memakan permen karet itu akan menyesal". Aku yang telah menelan permen karet itu kemarin merasakan ketakutan yang sangat dalam rasa manis yang kuingat tiba-tiba berubah meracuni lidah ku. Aku mencoba memuntahkan nya untuk menghindari kutukan itu tapi sekuat apapun aku mencoba hanya air liur yang keluar mengotori daun daun. Lalu, Aku berlari ke pelukan ayahku supaya aku bisa terlindungi dari setan "Aku memakan permen karet curian itu" kataku "Aku tidak mau mati" air mata menutupi kata-kataku
Komentar
Posting Komentar